Harga Bahan Pokok Turun Usai Tahun Baru, Pasar Sangatta Selatan Masih Sepi

Barang kebutuhan pokok Pasar Sangatta Selatan. (ft/ky)

KUTIM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terpantau mengalami penurunan usai pergantian tahun.

Namun, kondisi tersebut belum diikuti dengan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, karena jumlah pengunjung pasar masih relatif sepi.

Pantauan di lapangan menunjukkan pedagang tetap membuka lapak sejak pagi hari, tetapi arus pembeli belum kembali seperti sebelum akhir tahun. Bahkan pada jam-jam sibuk yang biasanya ramai sejak pukul 06.00 WITA, suasana pasar masih terlihat lengang.

Pedagang sayur, Santi (45), mengatakan meski harga bahan pokok mulai turun, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah libur Natal dan Tahun Baru. Warga dinilai masih menahan pengeluaran untuk kebutuhan harian.

“Pembeli ada, tapi tidak seramai biasanya. Mungkin karena masih libur panjang, jadi orang-orang masih menyesuaikan pengeluaran,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, harga cabai yang sempat melonjak menjelang Natal kini mulai stabil. Cabai lokal produksi Sangatta masih dijual sekitar Rp75 ribu per kilogram, sedangkan cabai kiriman dari luar daerah berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

“Memang sebelum Natal sempat naik, sekarang sudah mulai turun. Tapi cabai kampung lokal harganya masih tetap,” jelasnya.

Penurunan harga cukup signifikan juga terjadi pada bawang. Jika sebelumnya dijual Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, kini harganya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara harga tomat terkoreksi menjadi sekitar Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram.

Meski harga bahan pokok relatif stabil dan cenderung menurun, kondisi tersebut belum berdampak pada peningkatan omzet pedagang. Santi mengaku pendapatan harian masih belum kembali normal.

“Harapannya ke depan ekonomi masyarakat bisa membaik, supaya belanja juga kembali ramai,” tuturnya.

Kondisi serupa dirasakan pedagang ikan, Ramlah (38). Dia menyebut penjualan ikan masih fluktuatif, dipengaruhi pasokan dan cuaca, sementara minat beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan berarti.

“Kalau cuaca bagus dan pasokan banyak, harga bisa turun. Tapi pembelinya sekarang masih biasa saja,” ungkap Ramlah.

Dari sisi konsumen, Pasar Sangatta Selatan tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama karena harga dinilai lebih terjangkau. Namun, sebagian warga mengaku kini lebih selektif dalam berbelanja.

Salah seorang pembeli, Fanry, mengatakan ia rutin berbelanja di pasar tersebut karena harga masih bisa dinegosiasikan.

“Kalau di sini bisa pilih-pilih, harganya juga masih bisa ditawar. Jadi lebih hemat,” katanya.

Meski demikian, dia berharap kebersihan dan penataan pasar terus ditingkatkan agar kenyamanan berbelanja semakin baik.

“Kami berharap pasar ini makin bersih dan tertata, supaya orang juga betah belanja,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini